Ini Alasan Sindikat Pembobol di Yogya Incar ATM di Minimarket

Sleman – Sebanyak 14 orang sindikat pembobol uang dari mesin ATM di Yogya menyasar minimarket sebagai lokasi kejahatan. Berikut ini penjelasan polisi terkait hal itu.
“Karena tersangka ini memakai teknik duplikasi, jadi mereka juga memilih ATM di minimarket. Karyawan minimarket tak sadar jika orang ini pelaku kriminal, karena beraksi siang hari,” kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo, saat jumpa pers di Mapolda DIY, Jalan Ring Road Utara, Sleman, Selasa (19/3/2018).
Teknik duplikasi salah satunya menempel stiker bertuliskan nomor call center palsu. Sebelumnya, pelaku lebih dulu mengganjal lubang kartu ATM memakai tusuk gigi dan benda lainnya.
“Pelaku berbagi peran, ada duplikasi, ada yang ikut mengantri, ada yang menjadi operator call center, ada juga yang menyamar sebagai pegawai bank. Korban dipandu agar menyebutkan data perbankan, identitas diri, yang berujung diminta menyebutkan nomor pin ATM,” jelasnya.
Lebih lanjut diterangkannya, polisi sejauh ini belum menemukan petunjuk adanya keterlibatan pihak lain di luar sindikat.
“Hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui tidak ada gunanya (berkomplotan) dengan pegawai bank, atau pihak lain, karena tidak tahu nomor pin nasabah,” imbuhnya.
Para pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial MI (38), ND (33), MRK (30), RP (34), ES (34), NS (29), RD (35), EG (40), AS (33), AM (42), JM (43), HS (39), JR (30), dan AS (43). Seluruhnya warga luar Yogya.
“Mereka jaringan Sumatera dan Jawa Barat,” sambung Anggaito.
MI, ND, MRK, dan RP beraksi di ATM Bank Mandiri Jalan Menteri Sumpeno, Kota Yogya. Kemudian ES, NS, dan RD beraksi di ATM BCA dalam minimarket Kretek, Bantul, lalu EG, AS, AM, dan JM beraksi di ATM Mandiri minimarket di Kasihan, Bantul. Dan HS, JR, serta AS beraksi di ATM BRI minimarket di Ngaglik, Sleman.
Dari 4 TKP tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti uang tunai Rp 47,4 juta.
Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo menambahkan, dari hasil pemeriksaan ke-14 pelaku, mereka telah beraksi di 89 ATM berbagai provinsi.
“Tapi mereka buka jaringan 4 WNA pelaku skimming yang salah satu TKP-nya di Yogya, bukan, mereka jaringan sendiri,” ujarnya.
Dari hasil pendalaman, polisi menaksir para pelaku ini telah membobol uang ATM milik nasabah mencapai miliaran rupiah.
“Penyidik akan mengembangkan ke tindak pidana pencucian uangnya, pasti ada orang yang membuat jaringan ini hidup, penampung uang hasil kejahatan,” jelasnya.
(sip/sip)
SIMPAN DANA ATAU UANG ANDA DALAM BRANKAS SOLINGEN LEBIH AMAN!!! ATASI DENGAN BRANKAS TANGGUH MILIK SOLINGEN INTERNASIONAL SEKARANG JUGA!!
Atau anda dapat bertanya-tanya maupun konsultasi, Tak usah segan! karena layanan ini GRATIS!!
NATHAN
0811-611-7876 (SMS/CALL/WA)
Anda dapat melihat-lihat beberapa Tipe Brankas Tahan Api produksi Solingen International DISINI
UD BENTENG KOTA, SOLINGEN SEMARANG, ALAT PEMADAM API SOLINGEN, MASTER SERVIS BRANKAS
Baca Juga Artikel terkait:
- Hal-Hal yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Brankas
- Mengapa memilih Solingen Dazzle?
- Membeli Brankas Merupakan Investasi Jangka Panjang, Benarkah?
- Brankas CV Subur Kebakaran Isi Masih Utuh
- Memperkenalkan Alat Pemadam Api Solingen
- Mengenal Brankas Solingen Tipe Bernstein
Sumber Berita: https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3926736/ini-alasan-sindikat-pembobol-di-yogya-incar-atm-di-minimarket

